Paska Gempa, Seperti Ini Cara PUPR Pulihkan Rumah Yang Rusak di NTB

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono
Partukkoan 

Salah satu upaya pemerintah dalam mempercepat pemulihan Nusa Tenggara Barat (NTB) akibat gempa adalah dengan membangun kembali rumah masyarakat yang rusak.

Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga saat ini tercatat 167.961 rumah warga rusak berat. Dari jumlah tersebut, 32.000 di antaranya sudah diverifikasi.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan rumah akan dilakukan sendiri oleh warga bersama tim gabungan yang sudah disiapkan oleh Kementerian PUPR.

"Untuk pembangunan perumahan ini konsepnya swakelola dengan Rekonstruksi Masyarakat dan Permukiman Berbasis Komunitas (Rekompak)," kata Basuki saat rapat penanganan gempa bumi NTB, di DPR RI, Jakarta, Senin (10/9).

Sehingga masyarakat akan terlibat aktif dalam pembangunan rumahnya sendiri, dengan demikian pembangunan rumah diyakini lebih cepat daripada dikerjakan kontraktor. "Jadi, tidak ada kontraktor untuk pembangunan rumah itu," tandasnya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei, menyebutkan tercatat 542 korban meninggal dunia akibat gempa bumi.

"Dari jumlah tersebut, korban meninggal terbesar berada di Lombok Utara yakni sekitar 82,8 persen," sebut Willem.

Menurut informasi, luka-luka tercatat 1.584 jiwa mengalami luka-luka. Angka korban luka-luka terbesar berada di Lombok Utara yakni sekitar 52 persen.

"Selain itu sebanyak 214 infrastruktur terdampak (gempa bumi). Persentase kerusakan 8 persen jembatan, paling besar 44 persen adalah spam ipal irigasi. Total kerusakan pendidikan 1.194. Masjid yang mengalami kerusakan, sebanyak 630," pungkasnya. (mdk/p)
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment