Disinggung Tentang Revisi UU ASN, Rieke Diah Pitaloka Mengaku Pusing

Politikus PDI-P Rieke Diah Pitaloka | net
Partukkoan

Perkembangan Revisi Undang-Undang (UU) Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga kini belum diketahui hasilnya. Kabarnya, Pemerintah belum menyetujui pengajuan revisi UU ASN yang diajukan oleh Badan Legislasi (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI).

Tak hanya itu, pengajuan UU ASN ini tampaknya akan terganjal dengan keputusan Pemerintah yang mengusulkan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang dianggap sebagai solusi tepat dalam menangani nasib pegawai honorer K-2 yang sudah tidak bisa mengikuti perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 akibat tidak memenuhi syarat usia. 

Berdasarkan syarat CPNS yang telah diputuskan, batas usia CPNS harus di bawah usia 35 tahun dan banyak pegawai honorer K-2 sudah melebihi batas usia tersebut.

Atas dasar itu, Baleg DPR-RI mengajukan revisi UU ASN agar batas usia CPNS bisa ditambahkan dan para pegawai honorer K-2 bisa diatasi. Anggota Baleg dari Fraksi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka saat diwawancarai oleh Fajar Indonesia Network (FIN) enggan mengomentari perkembangan UU ASN. Bahkan, politisi daerah pemilihan Jawa Barat (Jabar) itu mengaku pusing memikirkan revisi UU ASN.

“Nanti aja ya, sekarang lagi fokus untuk uni dulu (kasu Pelindo-red). Ngga-ngga, lagi puyeng,” kata Rieke Pitaloka kepada FIN usai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II DPR-RI, Selasa (2/10).

Padahal, Rieke bersama rekan-rekan Anggota Baleg lainnya sempat melakukan konfrensi pers di ruang Pressroom DPR-RI pecan kemarin untuk membahas perkembangan revisi UU ASN. 

Berbeda dengan Rieke, Anggota Komisi II DPR-RI Fraksi Partai Gerindra Riza Patria menyarankan agar perkembangan revisi UU ASN baiknya dikonfirmasi langsung ke Baleg selaku pihak yang mengajukan dan menangani revisi UU ASN.

“Kalau masalah itu nanti di Baleg ya, biarkan Baleg yang melakukan, itukan usulan dari Baleg,” kata Riza Patria di Gedung DPR-RI usai rapat parupurna.

Sebelumnya, Ketua Baleg DPR-RI Supratman Andi Agtas mengatakan, Pemerintah tidak menunjukan sikap keseriusan mereka dalam RUU ASN ini. 

Dikatakannya, masalah RUU ASN ini sudah dibentuk sejak tahun lalu, namun tidak ada etikat baik dari Pemerintah. Bahkan, Supratman mengaku, beberapa hari kemarin dirinya sudah melakukan komunikasi masalah RUU ASN ini dengan Juru Bicara Presiden Joko Widodo, Johan Budi untuk masalah tersebut secepatnya diselesaikan.

“Iya,  karena ini memang inisiatif DPR. Ketidak seriusan itu bisa dilihat, saya bicara kemarin dengan Pak Johan Budi (Jubir Presiden), saya menyampaikan ini harus menjadi konsentrasi Presiden Jokowi diakhir masa Pemerintahannya, berilah sesuatu hadiah kepada masyarakat kita yang selama ini sudah memperlihatkan pengabdian yang luar biasa,” ucap Supratman kepada Fajar Indonesia Network lewat sambungan telpon pecan kemarin.

Politisi asal Sulawesi Tengah ini merasa sedih dengan nasib para tenaga honorer K-2 yang selama ini diabaikan oleh Pemerintah. Padahal, langkah DPR-RI melakukan revisi UU ASN itu agar para honorer yang berusia di atas 35 tahun bisa terakomodir secara keseluruh, karena pengabdian mereka pada bangsa ini sudah melampaui batas.

“Dalam menerima honorarium, apalagi di daerah-daerah terpencil itu mendapat Rp 150-300 per bulan. Itu pun di bayar dengan apa triliwulan, bahkan ada semesteran di bayar, kan kasian itu. Jadi, sakarang kita bicara sisi kemanusiaan, negara harus bertanggung-jawab, negara ngga boleh berpihak kepada orang-orang besar saja, rusak negeri ini akhirnya rasio generasi kita makin besar,” pintanya.

“Kalau selama ini Presiden Jokowi perlihatkan bagi-bagi sertifikat, dan sebagainya itu dibagi kepada orang-orang yang sudah memiliki lahan, tapi yang ini benar-benar orang yang mengabdikan diri dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, orang-orang yang bekerja disektor kesehatan, perawat dan sebagainya,” tutupnya.

(Inikata/FIN)
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment