Interpol Kesal Presidennya Ditahan China Tanpa Pemberitahuan

Mantan Presiden Interpol Meng Hongwei
Partukkoan - Paris 

Mantan Bos Kepolisian Internasional atau Interpol Meng Hongwei yang sempat dilaporkan menghilang ternyata ditahan Komisi Pengawasan Nasional China dan badan antikorupsi China atas dugaan pelanggaran hukum'. 

Atas penahanan tersebut, Kepolisian Internasional atau Interpol menyesalkan langkah otoritas China yang tidak memberitahu lebih awal soal penyelidikan terhadap mantan bos mereka.

Menurut The Guardian, Selasa (9/10/2018), Pelaksana Tugas Presiden Interpol, Kim Jong-Yang, mengatakan pihaknya belum diberitahu soal penyelidikan terhadap Meng dan hingga kini masih belum mengetahui situasi yang sebenarnya terjadi. 

"Saya mendapati hal ini sungguh disesalkan bahwa pemimpin tertinggi organisasi ini harus keluar dengan cara seperti ini dan bahwa kami tidak secara khusus diberitahu sebelumnya soal apa yang sebenarnya terjadi," kata Kim dalam pernyataannya.

"Kami masih belum memiliki informasi yang cukup soal apa yang terjadi, atau apakah ini ada kaitannya dengan politik dalam negeri China," tandasnya.

Meng (64) yang menjabat Presiden Interpol sejak tahun 2016, telah mengajukan surat pengunduran diri usai dilaporkan menghilang. Diterangkan Interpol dalam pernyataan pada Senin (8/10) kemarin bahwa pengunduran diri Meng berlaku 'dengan segera'. 

Posisi Meng untuk sementara digantikan oleh Kim Jong-Yang dari Korea Selatan selaku Wakil Presiden Interpol, hingga pemilihan Presiden Interpol yang baru digelar bulan depan. 

Kasus ini berawal saat pekan lalu, otoritas Prancis mengumumkan tengah menyelidiki hilangnya Meng. Dalam pernyataan kepada wartawan pada Minggu (7/10) waktu setempat, istri Meng yang bernama Grace mengaku tidak mendengar kabar suaminya sejak 25 September, setelah sang suami pergi ke China. Pesan terakhir yang diterima Grace dari Meng via WhatsApp berbunyi 'Tunggu telepon saya' yang disertai emoji sebuah pisau yang berarti tanda bahaya. 


Sementara itu, Kementerian Keamanan Publik China dalam pernyataannya menyebutkan penyelidikan terhadap Meng Hongwei yang menerima suap dan diduga melanggar hukum sungguh tepat pada waktunya, sepenuhnya benar dan sangat bijak.

"Penyelidikan terhadap Meng Hongwei jelas menunjukkan bahwa tidak ada keistimewaan dan tidak ada pengecualian di hadapan hukum, dan siapa saja yang melanggar hukum harus dihukum berat," tegas dalam pernyataan itu. 

Kementerian Keamanan Publik China menegaskan, hanya Meng yang patut disalahkan dalam kasus ini dan tidak ada perundingan maupun tawar-menawar dalam kasus seperti ini. 

Dalam pernyataan terbaru pada Senin (8/10) waktu setempat, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang, menyatakan keyakinan bahwa cara otoritas China menangani kasus Meng tidak akan merusak citra negara ini di mata internasional.

"Ini menunjukkan keteguhan tekad pemerintah China dalam memberantas korupsi dan tindak kriminal," tutur Lu dalam konferensi pers. 

Lebih lanjut, Lu menolak untuk menjawab saat ditanya apakah Meng akan diizinkan untuk didampingi pengacara atau diperbolehkan dikunjungi oleh istrinya, yang kini ada di Prancis. Detail soal kasus dugaan suap yang menyeret Meng tidak diungkapkan ke publik oleh otoritas China. (P/)

loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment