KIS-AIPI Kunjungan Kerja ke Samosir

Foto bersama | ist
Partukkoan

Komisi Ilmu Sosial – Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (KIS-AIPI) adalah Komisi yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 8 Tahun 1990, dengan tugas dan fungsi monitoring, mengkaji dan mengembangkan Ilmu pengetahuan dan Teknologi. 

Tim yang sebelumnya melakukan Seminar Nasional di Universitas Sumatera Utara itu berkunjung dan melakukan diskusi dengan aparatur Pemerintah Kabpaten Samosir dan Tokoh-tokoh masyarakat. 

Diskusi tersebut dilaksanakan di rumah dinas Bupati Samosir (31/10) dan dihadiri anggota KIS-AIPI seperti Prof. Mayling Oey-Gardiner, Prof. Emil Salim, Prof. Hasim Djalal, Prof. Sofian Efendie dan Idawati HM Yara.

Prof. Mayling Oey-Gardiner selaku Ketua Komisi Ilmu Sosial menyampaikan terimakasih kepada semua peserta yang telah hadir dalam acara ini. Ia juga mengaku kagum akan ke indahan alam Pulau Samosir.

Mayling menjelaskan sejarah singkat terbentuknya AIPI, di Indonesia AIPI dibentuk pada tahun 1990, selain di Indonesia AIPI juga terbentuk diberbagai negara salah satunya di Jerman pada Tahun 1682 dengan sebutan "LEOPOLINA" dan Inggris/London Tahun 1860 dengan sebutan "THE ROYAL OF SOCIETY".

"Tujuan terbentuknya AIPI memberikan Advokasi Kebijakan dan untuk memacu perkembangan keunggulan keilmuan pengetahuan di Indonesia melalui berbagai usaha, salah satunya culture budaya dan sekaligus memberi pendapat, saran dan pertimbangan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi kepada pemerintah serta masyarakat, jelasnya.

Keanggotaan AIPI terdiri dari para Ilmuan Indonesia dan terbagi dalam 5 komisi bidang Ilmu pengetahuan yaitu: Ilmu Dasar, Ilmu Kedokteran, Ilmu Rekayasa, Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya dan sebagai Ketua AIPI saat ini adalah Prof. Satryo S. Brodjonegoro dengan Wakil Ketua Prof. Armida Salsiah Alisjahbana.

Dalam Sambutannya Prof. Sofian Effendi selaku Ketua ASN (Kepala BKN) dan sekaligus anggota AIPI menyampaikan Keberhasilan suatu Negara tergantung dari para ASN (Aparatur Sipil Negara). 

Dalam meningkatkan mutu indeks efektifitas Pemerintahan ada beberapa inti yang perlu diperhatikan yaitu: 1. Mutu Pelayanan Publik yang perlu ditingkatkan; 2. Mutu SDM dari pada ASN tersebut yang penuh tanggung jawab dalam suatu pekerjaan; 3. Kemampuan/Kompetensi dari Pejabat Pimpinan kepada ASN dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan kebijakan public; 4. Menjaga Kepercayaan Publik (masyarakat) kepada Pemerintah dalam melaksanakan program kinerja.

Semua itu bertujuan untuk mendukung Pemerintah dalam memperbaiki sistem kinerja kepemerintahan menuju yang lebih baik, terlebih dalam pemerintahan daerah.

Bupati Samosir Rapidin Simbolon dalam sambutannya menyampaiakan rasa terimakasih atas kehidiran para senior petinggi Ilmuan Indonesia yang terbentuk dalam suatu Komisi, yang akan memaparkan pengalaman dalam kepemerintahan daerah menuju lebih baik dan maju. 

"Perkembangan Indonesia sekarang lebih maju salah satunya Samosir yang ditunjuk sebagai Destinasi Pariwisata International yang sedang dalam proses pembangunan," katanya.

Dikatakannya, 3 mega proyek yang sedang dilaksanakan yaitu Jalan Lingkar Samosir, Pembangunan Terusan Tano Ponggol dan Pengadaan Kapal Ferry serta dermaganya. 

Semua proyek infrastruktur ini lanjut Rapidin, akan diselesaikan pada tahun 2019 yang bertujuan untuk menunjang destinasi wisata Kabupaten Samosir.

"Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan terobosan menuju pemerintah daerah yang berkembang dengan baik. Masukan-masukan dari para Profesor membuka wawasan kami, terimaksih para profesor, silahkan menikmati keindahan Alam Pulau Samosir dengan Danau Tobanya. Selamat datang di Samosir Negeri Indah Kepingan Sorga," ucapnya.

Sementara, pada saat acara diskusi, Prof. Emil Salim yang sudah beberapa kali menjadi Menteri di Indonesia menyampaikan bahwa Danau Toba mempunyai history yang sangat banyak dan pernah sebagai daerah pengungsian Presiden Soekarno dan Raja Belgia sangat terkesan dengan keindahan Danau Toba.

"Danau Toba harus dirawat dengan baik kalau bisa jangan ada lagi keramba di Danau Toba," ungkapnya. 

Prof. Hasim Djalal menyampaikan bahwa Danau Toba dan Danau Singkarak mempunyai banyak kesamaan dan merupakan Danau Vulkano sehingga Pemerintah Kabupaten Samosir bisa sharing dengan Pemerintahan Danau Singkarak.

Turut Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Samosir Juang Sinaga, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat, Sekretaris Daerah, Para staf ahli Bupati, Para Asisten, Para Pimpinan OPD, Para Camat dan Kepala Sekolah se Kabupaten Samosir. 

Editor: JM
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment