WWF Kampanyekan Perangi Perdagangan Ilegal Satwa Liar

Ilustrasi
Partukkoan - Medan

World Wide Fund For Nature (WWF) Indonesia menggelar kegiatan kampanye kepada kaum mileneal untuk memerangi perdagangan ilegal satwa liar khususnya satwa langka yang dilindungi di Kota Medan.

Dilansir dari antara, Selasa (15/01/2019), Asli satwa liar WWF Sunarto mengatakan, berdasarkan data WWF, 80 persen satwa liar yang diperdagangkan berasal dari alam liar dan hasil perburuan liar.

Setidaknya 60 persen hewan bertulang belakang hilang dalam kurun waktu kurang dari 50 tahun.

Kondisi ini kata dia, menjadi ancaman utama karena tingginya permintaan pasar terhadap beberapa spesies khususnya satwa yang dilindungi guna diperjualbelikan.

Sejumlah satwa dilindungi khas Indonesia seperti harimau Sumatera, orangutan, burung rangkong dan beruang madu menjadi incaran para pelaku perdagangan ilegal yang ada di Indonesia untuk dijual dengan harga mahal.

Jika kondisi tersebut terus dibiarkan, maka bisa dipastikan keseimbangan ekosistem akan terganggu. Hal ini akan mengakibatkan kerusakan bumi khususnya seluruh sumber daya alam yang ada di Indonesia.

"Itulah mengapa WWF mengkampanyekan anti perdagangan satwa liar bagi kaum milenial guna mendorong agar mereka lebih peduli dan aktif untuk  memerangi perdagangan ilegal satwa liar khususnya satwa yang dilindungi," tandasnya. (*)

loading...
Share on Google Plus

Tentang Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment