Bupati Samosir Rapidin Simbolon Minta Luhut Panjaitan Mempertimbangkan Keberadaan TPL

Bupati Samosir Drs. Rapidin Simbolon bersama staf dan warga melakukan penanaman Pohon di Huta Tele | TPS
Partukkoan - Sianjur Mulamula

Sepertinya, babak baru pelestarian Kawasan Danau Toba akan memiliki prospek yang cerah. Hal itu didasarkan kepada pola dan metode yang digunakan dalam penanaman pohon sekaitan aksi kegiatan Konservasi Laingkungan. 

Sebagaimana yang dinyatakan oleh Mangaliat Simarmata, dimana pola yang dilakukan adalah berbasis kinerja, maka dengan pola tersebut masing-masing pihak hanya akan mendapatkan hak dan kewajibannya sesuai capaian kinerja yang diperoleh.

"Pihak penyelenggara (dalam hal ini Perum Jasa Tirta-Red!), baru akan membayar jasa para mitra penanaman pohon, bila dalam waktu tertentu bibit tanaman yang ditanamnya telah tumbuh dengan baik," ujar Mangaliat Simarmata dua minggu sebelum dilaksanakannya acara peresmian dimulainya acara penanaman pohon hari Jumat tgl 8 Februari 2019 di Kawasan Simargolang, Desa Siboro, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir.

Terkait yang dimaksud dengan biaya penanaman akan dibayar setelah waktu tertentu, Mangaliat Simarmata mengaitkannya dengan berhasil tidaknya bibit yang ditanam berhasil tumbuh atau tidak. Misalkan disepakati bahwa biaya untuk penanaman itu akan dibayarkan oleh pihak penyelenggara sebesar Rp. X dalam waktu 30 hari. Biaya penanaman sebesar Rp. X rupiah tersebut akan dibayar setelah 30 hari, ketika bibit yang ditanam tumbuh dengan baik.

“Pihak penyelenggara hanya akan membayar biaya penanaman kepada para mitra bila bibit yang ditanam tumbuh dengan baik. Dan pembayarannya akan dilakukan 30 hari setelah penanaman” imbuhnya dengan satu ilustrasi.

Sanksinya Ganti Rugi Biaya


Tidak hanya itu yang menjadi tolak ukur dari pola baru penanaman pohon ini. Dalam satu klausal terkait perjanjiannya, ada aturan tentang kewajiban para mitra untuk mengganti segala biaya yang telah dikeluarkan pihak penyelenggara. Dan ini dibenarkan oleh Jetlin Siboro, salah seorang warga yang ikut dalam mitra penanaman buah itu.

“Banar itu pak. Pada pasal 10 perjanjian kemitraannya, ada disebutkan tentang kewajiban pihak mitra untuk mengembalikan segala biaya yang telah dikeluarkan oleh pihak penyelenggara,” katanya. 

Bagi Jetlin Siboro, yang juga Kepala Desa Siboro ini, hal itu adalah baik dalam upaya menumbuh-kembangkan kewajiban dan komitmen para mitra atas program tersebut. "Na denggan do aturan i. Ala ni i akka dongan pe gabe dang marlomo-lomo be manjalo bantuan tu na dijalo na, songon naung masa saleleng on!” ujarnya memberi penilaian.

Bupati Juga Minta Tutup Aqua Farm

Namun, segala upaya yang dilakukan terkait penanaman pohon dalam kaitan konservasi lingkungan Kawasan danau Toba dan khususnya Samosir, akan menjadi sia-sia kalau proses de-hutan-nisasi masih terus berlanjut. Dari pantauan di lapangan, kegiatan penebangan pohon ini masih terus berlangsung. Terlepas dari aspek legalitas, salah satu yang melakukan itu adalah sebuah perusahaan yang berlokasi di daerah Tobasa.

Atas fakta itu, tidaklah berlebihan Bupati Samosir Rapidin Simbolon dapat menangkap fakta ini untuk dijadikan bahan pidatonya pada saat acara dimulainya penanaman pohon yang dilakukan di Desa Siboro tersebut. 

"Saya akan minta kepada Pak Luhut Panjaitan agar dipertimbangkan kembali keberadaan TPL ini," ujarnya dengan tegas dalam satu sesi pidatonya. 

Dan ternyata tidak hanya TPL (Toba Pulp Lestari atau sebelumnya bernama PT Indorayon Pulp and Paper-Red!) yang diminta untuk ditinjau keberadaannya. 

Juga dengan sebuah perusahaan perikanan. Terhadap perusahaan perikanan yang biasa disebut dengan Aquafarm ini dengan tegas dia mengatakan ditutup beroperasi dari perairan Danau Toba. 

"Saya tidak benci TPL dan juga Aqua Farm. Bahwa kedua perusahaan tersebut memberi kontribusi daya rusak yang luar biasa kepada perairan danau Toba," kata Bupati samosir.

"Saya tidak takut terhadap pernyataan ini. Kalau pun ada yang benci kepada saya (atas pernyataan tersebut), itu sudah menjadi resiko jabatan. Saya siap menghadapinya. Dan itu saya nyatakan bukan untuk pencitraan. Tetapi demi lingkungan Danau Toba yang indah dan asri," tegasnya.

Adanya pola atau sistim penanaman baru dan didukung komitmen politik kebijakan yang arahnya sejalan dengan program yang dimaksud, tidaklah berlebihan kalau dikatakan bahwa ke depan Konservasi Lingkungan Kawasan Danau Toba memiliki prospek yang cerah. (Partukkoan/TPS)

loading...
Share on Google Plus

Tentang Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment