Konsep Agroforestri Wisata-Budaya PPTSB Akan Disiapkan

Wakil Ketua Bidang  Kesehatan dan Lingkungan Hidup PPTSB Tumpal Simanjorang
Partukkoan - Sianjur Mula-mula

Di sela-sela acara peresmian dimulainya program Penanaman Pohon Buah dalam kaitan Konservasi Lingkungan Kawasan Danau Toba dengan thema ‘menyelamatkan bumi menyelamatkan peradaban’, Partukkoan berkesempatan berbincang bincang dengan Wakil Ketua Bidang  Kesehatan dan Lingkungan Hidup PPTSB Tumpal Simanjorang mengenai rencananya terkait program yang sama. 

Menurutnya, dalam rapat yang diadakan di Naga Hall Medan Jumat 1 Februari yang lalu, membahas satu materi. Dan sebagai wakil Ketua Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup pada kepengurusan PPTSB 2018 – 2022, Tumpal Simanjorang sudah diminta oleh Ketua Umum Mangihut Sinaga SH., MH untuk mempersiapakan segala yang terkait dalam pelaksanaannya.

"Saya sudah diperintahkan Amang Ketua Umum PPTSB Mangihut Sinaga untuk juga mempersiapkan segala sesuatu terkait program ini," ujarnya.

Untuk pelaksanaan program ini lanjut Tumpal, pada tahap awal, PPTSB akan melakukan konservasi lingkungan di Kawasan Lokasi Tugu yang ada di Desa Sinaga Uruk Palipi dengan target 100 ha

Diakuinya, Mangihut Sinaga mengajak dirinya sebagai Pengurus Pusat PPTSB membidangi Bidang Kesehatan & Lingkungan Hidup. Sejak membidangi Bidang Kesehatan & Lingkungan Hidup, dirinya langsung melakukan komunikasi tentang sebuah usulan yang kelak menjadi program yang akan dilaksanakan. 

"Usulan itu, yaitu menanam pohon buah dengan konsep agroforestri berbasis ekonomi kerakyatan. Dan Ketua Umum menerima konsep itu dan memerintahkan saya untuk mempersiapkan semuanya," tandas Tumpal.

Lokasi Tugu Toga Sinaga

Rencana pembuatan program agroforestri tu adalah di lokasi Tugu Toga Sinaga. Alasan dipilihnya lokasi Tugu Toga Sinaga sebagai kawasan yang akan dikonservasi. Menurut pomparan Toga Sinaga kelahiran Desa Hasinggaan ini, faktor utamanya adalah soal minimnya pepohonan dan adanya situs budaya di lokasi tersebut yaitu Tugu Toga Sinaga. 

"Sebagai situs budaya, terutama untuk Pomparan Toga Sinaga yang berjumlah sekiatar 600 ribu orang, tentunya sangat baik jika ditata sebagai destinasi kunjungan dengan konsep yang menarik," imbuh Tumpal.

Alasan lain adalah tentang niat dan tanggung-jawab PPTSB untuk ikut memberdayakan masyarakat melalui ketersediaan sumber dana yang ada, khususnya dana CSR. Mengingat tiap tahun begitu banyak tersedia sumber dana CSR ini, maka adalah hal yang mulia bila juga program Konservasli Lingkungan ini juga dinikmati oleh masyarakat.

Dengan dasar pemikiran yang demikian, lanjut Tumpal, maka natinya program Konservasi Lingkungan Hidup di lokasi tugu ini, juga wajib melibatkan warga sekirtar. Yaitu warga sekitar lokasi tugu juga menjadi bagian program Agroforestri Wisata Budaya ini. Dan setidaknya dibutuhkan minimal 100 ha untuk kegiatan ini. "Sesuai ketentuan pihak Perum Jasa Tirta, setidaknya, dibutuhkan minimal 100 ha untuk program ini," sebut Tumpal. 

Mengenai nama Agroforestri Wisata Budaya, Tumpal mengatakan nama itu dibuat demikian erat kaitannya dengan pohon yang ditanami adalah pohon jenis hutan. Bila kelak telah berbuah diharapkan menjadi usaha bagi masyarakat sekitar melakukan jual-beli dengan masyarakat yang mengunjungi tugu.

"Karena tugu adalah situs budaya, maka namanya pun menjadi Agroforestri Wisata Budaya," tutup Tumpal.

(SMS/Partukkoan)
loading...
Share on Google Plus

Tentang Dedi Sitanggang

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment