Dikritik Walhi Soal Bela Sawit, Ini Jawaban Luhut Panjaitan

Luhut Binsar Panjaitan | sumber foto: Instagram
Partukkoan

Jakarta - Pernyataan Menteri Koordinator Bidang kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan yang mengancam Indonesia akan keluar dari Kesepakatan Perubahan Iklim Paris terkait keluarnya kebijakan Uni Eropa terhadap diskriminasi produk sawit mendapat kritikan dari Walhi.

Walhi menilai sikap tersebut upaya Luhut untuk membela kepentingan korporasi yang merusak lingkungan.

Menanggapi itu, Luhut tidak terima. Melansir CNN, Sabtu (30/03/2019), Luhut mengatakan, bila sawit dikelola dengan profesional dan benar, tumbuhan itu tak akan berdampak buruk bagi lingkungan. Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini bahkan meminta Walhi untuk belajar lagi. 

"Ndak, kalau (sawit) kita kelola dengan benar, tidak merusak lingkungan, siapa bilang. Hasil penelitian Stanford University tidak, lebih merusak soy bean dari pada palm oil. Jangan salah. Walhi itu harus belajar juga, jangan asal ngomong aja," katanya Jumat (29/3), dikutip dari cnnindonesia.

Kepada Walhi, Ia berpesan agar memahami betul pernyataanya tentang Kesepakatan Perubahan Iklim Paris, yang mendiskriminasi komoditas sawit di Indonesia. 

"Walhi itu, dengarkan baik-baik, saya bilang kami itu mempertimbangkan setiap opsi untuk menjawab tindakan dari Uni Eropa sampai kepada opsi yang paling jelek yaitu keluar dari Paris Agreement," ucap Luhut.

Lebih jauh, Luhut mengklaim jika ekspor produk sawit telah berkontribusi banyak terhadap penurunan angka kemiskinan di Indonesia hingga di bawah 10 persen. 

"Salah satunya karena sawit. Salah duanya karena dana desa," kata dia. 

Namun Luhut enggan memberikan komentar soal dirinya yang disamakan dengan Trump, karena akan mundur Kesepakatan Perubahan Iklim Paris. Trump sendiri resmi mengundurkan diri dari kesepakatan itu pada Juni 2017 lalu. 

"Enggak tahu, saya belum tahu, saya bukan Trump, saya Luhut Panjaitan," imbuh Luhut. 

Dirinya tambah Luhut, mengecam pihak asing yang sering kali turut mencampuri permasalahan lingkungan hidup Indonesia. Baginya, pemerintahan kini sudah tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana mengelolanya. 

"Ya iya dong, kita kan tahu apa yang baik buat kita, masak orang eropa lebih tahu lingkungan (Indonesia). Memangnya dia pikir, kita gak mikirin masa depan rakyat indonesia, sangat mikirin lah," ujarnya. 

Sebelumnya, Walhi mengkritik pernyataan Luhut yang menyatakan pemerintah Indonesia mengancam untuk keluar dari Kesepakatan Perubahan Iklim Paris terkait keluarnya kebijakan Uni Eropa terhadap diskriminasi produk sawit.

Manajer Kampanye Iklim dan Keadilan Walhi, Yuyun Harmono kemudian menyamakan sikap Luhut tersebut dengan sikap Presiden Donald Trump yang memutuskan mundur dari kesepakatan iklim Paris demi membela kepentingan korporasi yang merusak lingkungan.

"Kalau kita (Indonesia) sampai keluar, ya kita menyamakan level (Luhut) dengan Trump. Kalau Trump keluar dari Paris Aggrement karena membela industri batu bara, kalau Luhut ya membela besar-besaran sawit. Dua-duanya sama merusak lingkungan," kata Yuyun. (Cnn/p)

loading...
Share on Google Plus

Tentang Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment