Malaysia Tolak Permintaan Vietnam Bebaskan wanita yang dituduh membunuh Kim Jong Nam

Warga Vietnam Doan Thi Huong, yang menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Nam, meninggalkan Pengadilan Tinggi Shah Alam di Kuala Lumpur, Malaysia, 14 Maret 2019.
Partukkoan

Kuala Lumpur - Jaksa Agung Malaysia pada hari Kamis menolak permintaan Vietnam untuk membebaskan seorang wanita yang dituduh membunuh Kim Jong Nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara, dan pengadilan menetapkan 1 April agar persidangannya dilanjutkan.

Huong dan Siti Aisyah dituduh membunuh Kim dengan mengolesi wajahnya dengan racun VX, senjata kimia terlarang, di bandara Kuala Lumpur pada Februari 2017 lalu.

"Ini adalah keluhan kami bahwa penuntutan umum tidak bertindak adil kepada Doan Thi Huong," kata pengacaranya, Hisyam Teh, dikutip dari reuters, Kamis (14/03/2019)

Teh mengatakan kepada pengadilan bahwa penolakan terhadap permintaan Vietnam itu “sesat”, dan kasus diskriminasi, karena jaksa agung hanya menyetujui satu pihak daripada yang lain, karena pengadilan telah memerintahkan keduanya untuk memasuki pertahanan mereka.

Teh menambahkan, Menteri kehakiman dan urusan luar negeri Vietnam sedang berkomunikasi dengan mitranya dari Malaysia untuk memastikan pembebasan kliennya.

Setelah putusan itu, Huong terlihat terisak ketika dia berbicara dengan pejabat kedutaan Vietnam, sebelum dibawa pergi oleh polisi.

Jaksa telah membuat kejutan pada hari Senin dengan meminta pengadilan untuk membatalkan tuduhan terhadap Siti Aisyah dan membebaskannya. Kedutaan Indonesia menerbangkannya ke Jakarta pada hari yang sama.

Persidangan menampilkan gambar-gambar televisi sirkuit tertutup dari dua wanita yang diduga menyerang Kim Jong Nam ketika ia akan check-in untuk penerbangan.

Pengacara pembela menyatakan bahwa para wanita itu bukan pelaku pembunuhan sebagaimana disebut agen-agen Korea Utara. Kedutaan Korea Utara di Kuala Lumpur diduga terpengaruh oleh grafiti beberapa jam sebelum persidangan dilanjutkan.

Interpol telah mengeluarkan pemberitahuan merah untuk empat warga Korea Utara yang diidentifikasi sebagai tersangka oleh polisi Malaysia yang telah meninggalkan negara itu beberapa jam setelah pembunuhan itu.

Kim Jong Nam telah hidup di pengasingan di Makau selama beberapa tahun sebelum pembunuhan, setelah meninggalkan tanah airnya pasca saudara tirinya menjadi pemimpin Korea Utara pada 2011 setelah kematian ayah mereka.

Beberapa anggota parlemen Korea Selatan mengatakan rezim Korea Utara telah memerintahkan pembunuhan terhadap Kim Jong Nam, yang mengkritik pemerintahan dinasti keluarganya. Namun Pyongyang membantahnya. (FS)

loading...
Share on Google Plus

Tentang Dedi Sitanggang

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment