Ketua TKN Minta Pendukung Jokowi-Ma'ruf, Sebarkan Kemenangan

Joko Widodo dan Erick Thohir

Partukkoan

Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir menduga framing klaim kemenangan Prabowo tengah dibangun sampai ke akar rumput. Kondisi itu, harus disadari oleh semua pendukung Jokowi-Ma'ruf.

Untuk itu Mantan bos Inter Milan menyerukan para pendukung paslon nomor urut 01 untuk melawan klaim-klaim kemenangan capres 02 Prabowo Subianto dan meminta pendukungnya menyebarluaskan kemenangan Jokowi-Ma'ruf.

"Perlu ada upaya dari kita pendukung 01 untuk menjelaskan dan memaksimalkan opini tentang kemenangan kita," kata Erick melalui keterangan tertulis yang dikutip dari merdeka.com, Sabtu (19/4) malam.

"KPU-Bawaslu dilegelitimasi sedemikian rupa. KPU harus dipercayai," tukasnya.

Pendiri Mahak Group itu menjelaskan, kubu Prabowo-Sandiaga tengah melakukan politik membangun persepsi kemenangan melalui propaganda dan pernyataan di publik.

"Mereka sedang meyakinkan publik bahwa quick count adalah hoaks dan penyelenggara pemilu semua sudah diatur dan dikondisikan oleh 01," kata Erick.

Sebagaimana diketahui, meski hitung cepat seluruh lembaga survei memenangkan Jokowi-Ma'ruf, capres 02 Prabowo Subianto mengklaim menang berdasarkan hitungan internal. Data internal tersebut berasal dari form C1 yang dikumpulkan relawan dari TPS. Sayangnya hingga kini kubu Prabowo belum mengeluarkan data itu.

Setelah proses pencoblosan selesai 17 April lalu, sejumlah lembaga survei merilis hasil quick count atau hitung cepat. Dalam hitung cepat tiga lembaga survei pasangan Joko Widodo- Ma'ruf Amin unggul dari Prabowo Subianto- Sandiaga Uno.

Indo Baro Meter

Jokowi-Ma'ruf: 54,32 persen
Prabowo-Sandi: 45,68 persen
Surat suara masuk: 99,67 persen

Litbang Kompas

Jokowi-Ma'ruf: 54,52 persen
Prabowo-Sandi: 45,48 persen
Surat suara masuk: 97,00 persen

Poltracking Institute

Jokowi-Ma'ruf: 55,21 persen
Prabowo-Sandi: 44,79 persen
Surat suara masuk: 97,30 persen

Sementara itu, real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga pukul 5.48 WIB, Sabtu (20/4) pagi, sudah 37.075 dari 813.350 tempat pemungutan suara atau TPS yang sudah masuk. KPU mencatat suara pasangan Jokowi-Ma'ruf 3.864.982 suara atau 54,72 persen, sedangkan Prabowo-Sandi memperoleh 3.198.455 suara atau 45,28 persen..

Quick count lembaga-lembaga survei bukanlah hasil final Pemilu 2019, baik untuk pemilihan presiden maupun legislatif. Hasil resmi akan dikeluarkan oleh KPU sebagai penyelenggara Pemilu yang menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Hitungan di KPU Masih Berlangsung

Saat ini proses penghitungan resmi masih dilakukan oleh KPU. Rekapitulasi dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan ke kabupaten, provinsi, hingga ke nasional.

Tahapan penghitungan dan rekapitulasi suara tertuang dalam PKPU Nomor 7 Tahun 2019 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2019. Proses ini dimulai dari tingkat TPS.

17 April-18 April 2019

Setelah tempat pemungutan suara (TPS) ditutup, penghitungan dimulai. Di sini masing-masing saksi dari dua calon atau partai akan ikut menyaksikan proses penghitungan.

Setelah itu dibuat berita acara, hasil penghitungan dan alat kelengkapan TPS diserahkan ke Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK). Di seluruh Indonesia, terdapat total 809.563 TPS.

18 April sampai 5 Mei 2019

Setelah selesai di tingkat kecamatan akan diserahkan ke KPU kabupaten/kota.

20 April-8 Mei 2019

Selesai di tingkat KPU kabupaten/kota, hasil rekapitulasi diserahkan ke KPU provinsi.

22 April hingga 12 Mei

Proses penghitungan suara dilakukan di tingkat provinsi sebelum diserahkan ke KPU Pusat.

25 April-22 Mei 2019

Setelah menerima rekapitulasi dari provinsi, KPU pusat akan mempublikasikan suara sah secara nasional. (mdk/P)

loading...
Share on Google Plus

Tentang Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment