Polisi dan KPPS Ada Yang Meninggal, Wapres Nilai Pemilu Perlu Dipisah

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla | instagram
Partukkoan 

Jakarta - Pesta Demokrasi baru saja selesai digelar. Namun akibat proses yang sangat melelahkan dalam pesta tersebut, tercatat beberapa polisi dan KPPS meninggal dunia.

Hal ini membuat Wakil Presiden menilai jika Pemilu perlu dipisah agar kejadian tersebut dapat dicegah.

"Coba deh yang meninggal saja, kita berdoa supaya ditenangkan, kan hampir 100 orang. Apa itu diteruskan lagi supaya 5 tahun lagi ada meninggal ratusan orang karena kelebihan, karena capek, karena menghitung lama," kata Wapres JK usai melakukan kunjungan ke PT Kawasan Berikat Nusantara di Cakung, Jakarta, Selasa (23/04/2019) seperti dilansir antara.

Wapres menyebutkan peraturan tentang Pemilu perlu direvisi. Dengan berkaca kepada banyaknya petugas yang gugur karena bekerja dalam proses Pemilu serentak, Jusuf Kalla menilai DPR dapat merevisi undang-undang yang berkaitan dengan Pemilu.

Pelaksanaan pemilu serentak 2019 merupakan perintah putusan MK Nomor 14/PUU-XI/2013 yang kemudian diatur pada UU 7 tahun 2017.

"Ya masih, kalau DPR sudah memutuskan, Mahkamah Konstitusi juga melihat kenyataan, polisi berapa meninggal, KPPS berapa meninggal, semoga dirahmati Allah atas segala jasa-jasanya. Apa itu mau dibiarkan?" tutur JK.

Sebelumnya Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan, hingga Senin malam (22/4/2019), jumlah petugas KPPS yang meninggal dunia sebanyak 91 orang tersebar di 19 provinsi, sementara 374 petugas sakit.

Kemudian untuk jumlah polisi yang gugur dalam tugas pengamanan pemilu sebanyak 15 orang. (Ant/P)

loading...
Share on Google Plus

Tentang Admin Lima

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment