Tujuh Warga Masih Tertimbun Akibat Longsor di Bengkulu

Longsor yang menutupi jalan | ist
Partukkoan

BENGKULU – Longsor yang melanda Kabupaten Bengkulu tengah sempat membuat akses jalan terputus. Selain itu beberapa warga terjebak pada timbunan longsor tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkulu Tengah, Tomi Marisi, menyebutkan tujuh warga di Kecamatan Merigi Sakti, Kabupaten Bengkulu Tengah, masih tertimbun longsor.

Korban yang tertimbun tanah longsor itu berada di areal perkebunan kopi di bawah Gunung Bungkuk. Saat ini tim gabungan, masyarakat setempat masih melakukan pencarian terhadap korban yang tertimbun longsor.

''Ada sembilan korban yang tertimbun longsor di Kecamatan Merigi Sakti. Dua orang sudah ditemukan, tujuh lainnya masih tertimbun longsor,'' ujar Tomi di Gedung Daerah, Rumah Dinas Gubernur Bengkulu, pada Minggu, 28 April 2019, malam.


Pihak kata Tomi sempat mengalami kesulitan melakukan evakuasi korban lantaran akses jalan menuju daerah itu banyak ditutupi material longsor berupa tanah kuning, bebatuan berukuran cukup besar, serta pohon tumbang.

Namun Tomi memastikan jika saat ini, jalan menuju wilayah itu sudah bisa dilalui dengan kendaraan. Beberapa alat berat pun telah dikerahkan ke lokasi guna membersihkan material longsor.

''Pencarian korban longsor sempat terkendala karena terisolasi. Saat kejadian longsor masyarakat setempat sudah bergerak untuk mencari korban. Namun, saat ini tim gabungan sudah berada di lokasi untuk mencari para korban,'' tutur Tomi.

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah menyebutkan, tiga daerah di Bengkulu sudah ditetapkan sebagai Siaga Bencana. Tiga daerah itu adalah Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Bengkulu Tengah.

Dengan penetapan itu, Rohidin mengatakan, pemerintah daerah sudah bisa mengambil langkah dalam penanggulangan bencana di daerah masing-masing untuk para korban bencana alam, baik tanah longsor maupun banjir.

''Status siaga bencana itu berlaku dua hingga tiga hari ke depan,'' ucap Rohidin.

Rohidin menerangkan, para korban terdampak bencana alam banjir dan tanah longsor masih membutuhkan bantuan berupa obat-obatan, tenda pengungsian, makanan siap saji, pakaian layak pakai, selimut, serta kebutuhan lainnya.

''Korban bencana masih membutuhkan bantuan,'' kata Rohidin. (Okz/P)

Loading...
Share on Google Plus

Tentang Jusri M

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment