Fadli Zon Sebut People Power Bagian Dari Demokrasi, Biasa-biasa Saja

Wakil ketua umum Partai Gerindra Fadli Zon | foto: Instagram
PARTUKKOAN

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon meminta aparat pemerintah dan aparat kepolisian agar tidak membuat stigma negatif pada aksi unjuk rasa saat pengumuman hasil rekapitulasi suara KPU 22 Mei mendatang. Menurutnya, unjuk rasa adalah bagian dari demokrasi.

"Saya meminta agar pemerintah, juga aparat kepolisian, tidak membuat stigma negatif terhadap aksi unjuk rasa masyarakat. People power itu merupakan bagian dari demokrasi, biasa-biasa saja," ucap Fadli dalam keterangan tertulisnya dikutip dari merdeka.com, Minggu (19/5).

"Demonstrasi adalah salah satu bentuk ekspresi demokrasi. Jadi, berhentilah membuat stigma negatif dan menyeramkan. Kecuali, kita memang hendak kembali ke jalan otoritarian," lanjutnya.

Ia berharap aparat penegak hukum bisa bekerja sama dengan elemen demokrasi. Hal itu, dilakukan untuk mencegah munculnya rezim kepolisian berada di atas kekuatan rakyat.

"Polisi adalah aparat negara, bukan alat politik rezim. Jangan sampai Polisi digunakan oleh penguasa sebagai alat pemukul lawan-lawan politik. Itu tak boleh terjadi," sebutnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini juga menilai demokrasi di Indonesia semakin menurun. Kejadian itu, lanjutnya diperparah dengan penangkapan beberapa tokoh dengan tuduhan makar.

"Selama lima tahun pemerintahan Jokowi telah terjadi pemasungan demokrasi, pembungkaman masyarakat, persekusi terhadap aktivis dan ulama yang kritis terhadap Pemerintah, serta penangkapan tokoh-tokoh dengan tudingan makar. Jadi, sesudah dua puluh tahun Reformasi, kini kita sedang berada di titik balik otoritarianisme," pungkasnya. (Mdk/P)

Loading...
Share on Google Plus

Tentang Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment