Perokok Memiliki Risiko Terkena Penyakit Yang Lebih Tinggi

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Dr dr Agus Dwi Susanto Sp.P(K) 
Partukkoan

Merokok dapat menimbulkan berbagai penyakit. Sekitar 90 persen perokok akan menderita penyakit mulai dari ringan hingga berat akibat zat beracun yang terkandung di dalam rokok.

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Dr dr Agus Dwi Susanto Sp.P(K) dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, sebagaimana dilansir dari antara menyebutkan probabilitas perokok menjadi penyakit bervariasi pada setiap orang dipengaruhi oleh faktor genetik dan kuantitas serta lamanya waktu merokok.

"Ada faktor genetik, apa menjadi kanker paru, PPOK (penyakit paru obstruktif kronik), penyakit jantung, stroke, atau tidak sakit sama sekali karena ada genetik," ucap Agus.

Namun meski ada perokok yang tidak mengalami sakit sama sekali, itu menurutnya hanya terjadi bagi sebagian kecil orang atau 10 persennya.

"Hanya sebagian kecil yang tidak sakit. Risiko jadi sakit jauh lebih besar dibanding yang tidak sakit," katanya.

Efek dari merokok tambah Agus, memiliki efek jangka pendek dan jangka panjang. Efek jangka pendek hanya bersifat sementara seperti gangguan saluran napas, iritasi karena asap rokok, gatal di tenggorokan, batuk-batuk, atau pusing karena dampak nikotin.

Dan bila terus terpapar nikotin dalam jangka waktu lama akan menimbulkan adiksi dan efek jangka pendek akan menghilang.

Dampak jangka panjang merokok untuk kesehatan akan menjadi lebih besar lagi memengaruhi tubuh seperti pertumbuhan sel abnormal yang bisa menyebabkan kanker, serta penyempitan pembuluh darah yang akan mengakibatkan stroke atau penyakit jantung.

Menurut pakar ini, penyakit yang akan muncul berbeda-beda pada setiap orang. "Penyakit muncul beda-beda, tidak sama. Ada yang setelah lima tahun, 10 tahun, atau 15 tahun," sebut dia.

Dalam dunia kedokteran ada indikator yang disebut Indeks Brinkman yang menghitung jumlah rata-rata batang rokok yang dihisap dalam sehari dikalikan tahun merokok seseorang.

Orang disebut sebagai perokok ringan dan memiliki risiko kecil terkena penyakit bila Indeks Brinkman berada di kisaran 0-199. Sementara untuk perokok sedang antara 200-599, dan perokok berat angkanya lebih dari 600 Indeks Brinkman.

Ia mencontohkan, jika seseorang merokok 12 batang per hari dan telah berlangsung selama 10 tahun merokok, maka Indeks Brinkmannya adalah 120 yang termasuk kategori perokok ringan. 

Baik perokok sedang maupun berat ternyata memiliki risiko terkena penyakit yang lebih tinggi. (ant/P)

loading...
Share on Google Plus

Tentang Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment