Pelaku Pencabulan Saudara Sendiri ditangkap Polisi

Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman | sumber foto: google
Partukkoan

Sampang - Pelaku pencabulan terhadap saudara sendiri yang juga masih di bawah umur ditangkap pihak Kepolisian Resor Sampang Jawa Timur.

Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman di Sampang, Sabtu, mengungkapkan penangkapan pelaku kasus pencabulan dengan pelaku saudaranya sendiri itu, atas laporan yang diterima Mapolres Sampang.

"Dari laporan yang disampaikan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Sampang itu, kami langsung melakukan penyidikan dengan memeriksa sejumlah saksi, baik saksi korban maupun keluaraga korban," ucap kapolres mengutip antara.

Dari hasil penyidikan itu, diketahui jika korban pencabulan tersebut masih di bawah umur, yakni 16 tahun, dan pelakunya saudaranya sendiri, yakni satu ayah, tapi lain ibu dengan korban.

Ditambahkan, pelaku adalah warga Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, dan ia ditangkap tim Reskrim Polres Sampang, Kamis (27/6) malam.

"Saat ini tersangka sudah kami tahan di Mapolres Sampang untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut," jelasnya.

Hasil pemeriksaan tim penyidik Polres Sampang menyebutkan, pelaku berinisial A yang berusia 26 tahun itu mengaku, tega mencabuli saudaranya sendiri, karena terpengaruh video porno.

Pertama kali ia lakukan di rumah pelaku, yakni di Pasean, Pamekasan dan selanjutnya sering dilakukan setiap ada kesempatan.

Lebih lanjut, Kapolres AKBP Budhi Wardiman menyebutkan, kasus pencabulan anak di bawah umur itu terjadi sejak tahun 2018. Perbuatan terlarang itu terungkap, setelah pihak keluarga melihat perbedaan pada korban, yakni perutnya membuncit.

"Pihak keluarga si korban ini, lalu menanyakan siapa yang menghamili dia? Ternyata si korban menjelaskan, bahwa yang menghamili adalah kakaknya sendiri yang lain ibu dengan dia itu," kata Kapolres.

Pelaku merupakan satu ayah dengan korban dari istri pertama, sedangkan korban dari istri kedua.

Menurut kapolres, saat diketahui bahwa saudaranya telah hamil, dan kasus itu dilaporkan ke Mapolres Sampang, pelaku berencana hendak melarikan diri ke Pulau Masalembu, Sumenep.

"Namun berkat kesigapan petugas, maka pelaku akhirnya berhasil ditangkap," ucapnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu, polisi menjerat tersangka dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang.

"Ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara," kata Kapolres AKBP Budhi Wardiman, menjelaskan.

Kasus pencabulan anak dibawah umur ini adalah kasus kedua yang ditangani Polres Sampang, Madura, Jawa Timur.

Sebelumnya pada Maret 2019, Polres Sampang juga menangkap warga berinisial D karena melakukan pencabulan pada tiga anak sekolah dasar (SD) di Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang. (ant/P)

loading...
Share on Google Plus

Tentang Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment