Manfaat Gerakan Pembuatan Porlak Agroforestry di KDT


* Manfaat Jangka Pendek didalam Programnya

Partukkoan

Samosir - Rencana dimulainya Gerakan Pelesetarian Lingkungan KDT dengan pembuatan konsep Porlak Agroforestry, akan dimulai tanggal 28 Juli 2019.

Tumpal Simanjorang sebagai penggagas ide tersebut kepada Partukkoan, Jumat (19/07/2019) di Pangururan menyebutkan, acara tersebut akan dilakukan dengan penanaman pohon secara simbolis sebagai  tanda dimulianya gerakan program kegiatan yang dimaksud.

"Ide ini telah ada sejak tahun lalu. Namun perlu disampaikan bahwa pembuatan Porlak Agroforestry ini tidak terlepas dari satu komunitas alumni kejaksaan yang akan melakukan acara  reuni di Parapat Simalungun," katanya.

Dilanjutkan, saat melakukan reuni, para alumni tersebut mencanangkan Samosir sebagai salah satu bagian acaranya. Ada pun kegiatan yang akan dilakukan adalah penanaman pohon sebagai keikutsertaan para alumni dalam gerakan pelestarian lingkungan, khususnya lingkungan KDT yang belakangan ini kembali ramai dipergunjingkan yakni Kerambah Jaring Apungnya.

"Kebetulan saya dikontak salah seorang dari alumni yang akan melakukan reuni itu. Padahal saat itu saya sedang berada di dalam perjalanan ke Medan untuk rencana pulang mudik ke Bandung," kata Tumpal Simanjorang.

Mendapat informasi itu, Tumpal akhirnya mengurungkan niatnya untuk berangkat ke Bandung dan kembali ke Samosir.

Informasi yang diperoleh Partukkoan, Gerakan Pembuatan Porlak Agroforestry adalah sebuah kegiatan pelestarian lingkungan hidup Kawasan Danau Toba dengan pola pembuatan porlak atau taman. 

Dalam kegiatan ini, di dalamnya ditanami kombinasi berbagai jenis pohon. Pembuatan taman ini tidak semata-mata mempertimbangkan aspek estetika atau pun konservasi. Tetapi juga mempertimbangkan aspek  hasil ekonomis dalam jangka pendek.

"Atas pertimbangan manfaat ekonomi dalam jangka pendek dan aspek estetika dan konservasi, kami dan kawan-kawan memutuskan membuat dan menetapkan program ‘Porlak Agroforestry’ ini," kata Tumpal.

"Kebetulan ide itu mendapat dukungan dari Ketua Umum PPTSB Mangihut Sinaga. Maka makin tambahlah kepercayaan diri kami untuk melaksanakan program tersebut," lanjutnya. 

Informasi dari Ketua Umum PPTSB Mangihut Sinaga menyebutkan, Tumpal Simanjorang telah terlibat dalam kepengurusan PPTSB yang ketiga kalinya dalam menangani Lingkungan Hidup ini.

Mangihut Sinaga sendiri akan turut serta dalam peserta reuni pada tanggal 28 Juli mendatang. Sebagai putera Samosir kata Tumpal, tidak bisa dilepaskan peran Ketua PPTSB dalam terselenggaranya kegiatan penanaman pohon dengan konsep Porlak Agroforestry ini di Samosir. 

“Tanpa ada manfaat ekonomi jangka pendek, saya tidak yakin program lingkungan hidup bisa berlangsung dengan baik,” kata mantan Wakajatisu dan Kajati NTT dan Sulut ini, sebagaimana ditiru Tumpal Simanjorang.

Komunitas “Pature Samosir” pada tahun 2019 dan 2020 telah mencanangkan pembuatan beberapa porlak agroforestry di Kabupaten Samosir, seperti “Porlak Agroforestry PPTSB” di Urat-2 Palipi, “Porlak Agriforestry Op. Lalap Huta Dolok Hasinggaan” di Sainhur Mula-mula, “Porlak Agroforestry Aek Natonang” di Simanindo, “Porlak Agroforestry Sososor Pamuroan” di Limbong dan “Porlak Agriforestry Bukit Cinta”  di Harian. 

“Mohon doanya agar acara ini berlangsung dengan baik,” pinta Tumpal Simanjorang, yang juga Pemimpin Redaksi media ini. (Freddy S)

loading...
Share on Google Plus

Tentang Admin Lima

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment