Oknum Guru Olahraga Yang Cabuli Siswinya Punya Sifat Temperamen

Ilustrasi
Partukkoan - Jakarta

Guru olahraga di salah satu Madrasah Ibtidaiah (MI) di Penjaringan, Jakarta Utara, berinisial JD yang tega mencabuli siswinya sendiri ternyata memiliki sifat temperamen. Hal ini terungkap dari hasil pemeriksaan pihak kepolisian.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto, saat konferensi pers di Mapolres Jakarta Utara, Jumat (27/7/2019), mengatakan pelaku memiliki sifat temperamen dan kerap berlaku kasar terhadap muridnya.

Pelaku pun kerap mengancam korban dengan tidak memberi nilai bagus jika tidak menuruti keinginannya, begitu pula terhadap siswa lain yang mengetahui perbuatan bejatnya.

"Adapun setelah kami lakukan proses pemeriksaan modus operandi yang dilakukan adalah pada saat jam olahraga. Pelaku ini temperamen dan sering kasar terhadap muridnya, dan sering mengancam kalau tidak nurut maka tidak akan memberikan nilai bagus terhadap muridnya. Ini yang membuat murid menjadi tertekan kemudian murid menuruti apa yang diinginkan oleh pelaku," papar Budhi.

Saat konferensi pers itu juga terungkap jika pelaku mengaku kepada polisi telah 6 kali mencabuli seorang siswinya yang berusia 10 tahun.

"Kalau pengakuan dari korban kurang lebih 6 bulan yang lalu karena korban sendiri Mawar (nama samaran) merasa dilakukan 6 kali," katanya.

Budhi menyebut pelaku melancarkan aksinya di jam olahraga. Modusnya, JD selalu memisahkan ruang antara laki-laki dan perempuan.

Siswa laki-laki melakukan praktik di luar ruangan, sedangkan ia memberikan teori siswa perempuan di dalam kelas. Saat di dalam ruang kelas itulah pelaku melancarkan aksinya.

"Pelaku memisahkan antara murid laki dan perempuan. Kemudian, pelaku pada saat melakukan atau memberikan pembelajaran ada berupa teori dan praktik. Pada saat memberikan teori dia menyetelkan video dalam suatu ruangan, pada saat itulah dia kemudian mendekati korban kemudian membuka celananya. Dan membuka 'ininya' sehingga pelaku mulai meraba-raba mulai dari payudara sampai kemaluannya," katanya. 

Masih menurut penuturan Budhi, sejumlah siswi sebetulnya mengetahui perbuatan JD. Namun, mereka tidak berani mengadu.

"Ada saksi di sini, ada lima saksi di antaranya saksi ini juga melihat perbuatan yang dilakukan oleh pelaku. Tapi karena memang di ancam nanti tidak diberikan nilai yang bagus sehingga mereka tidak berani mengadu," ujarnya. 

Polisi saat ini masih mendalami ada korban lainnya. Saat ini baru satu orang yang diketahui menjadi korban JD. (dtc/p)

Loading...
Share on Google Plus

Tentang Admin Lima

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment