Tembak Istri Kedua Hingga Tewas, Mantan Wali Kota Ini Divonis Mati

Mohammad Ali Najafi bersama istri
Partukkoan - Teheran

Kasus pembunuhan yang melibatkan mantan Wali Kota Teheran, Iran, Mohammad Ali Najafi mendapat sorotan dari berbagai media di Iran. Oleh pengadilan, Najafi dinyatakan bersalah atas pembunuhan istri keduanya.

Atas perbuatannya itu, Najafi akhirnya divonis hukuman mati.

Melansir kantor berita AFP, Selasa (30/7/2019), Juru bicara kehakiman Iran, Gholamhossein Esmaili mengatakan istri keduanya Mitra Ostad ditembak hingga tewas di rumahnya di Teheran pada 28 Mei lalu. 

Berdasarkan laporan media Iran, Najafi (67) menyerahkan diri ke polisi dan mengaku membunuh sang istri. Setelah itu, jasad istrinya lalu ditemukan di sebuah bathtub.

Mengutip media Mizan Online, Esmaili mengatakan dakwaan terhadap Najafi termasuk pembunuhan berencana dan kepemilikan senjata api ilegal.

"Pengadilan telah menetapkan dakwaan pembunuhan berencana dan menjatuhkan hukuman mati," kata Esmaili.

"Hukuman ini belum final dan bisa diajukan banding ke Mahkamah Agung," lanjut Esmaili.

Keluarga korban yakni Ostad telah meminta diberlakukannya hukum Islam pada Najafi yaitu bentuk hukuman "mata untuk mata" yang berarti menjatuhkan hukuman mati dalam kasus ini.

Seperti diketahui, Najafi adalah reformis terkemuka yang merupakan seorang profesor, ahli matematika dan politisi veteran.

Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai penasihat ekonomi Presiden Hassan Rouhani dan Menteri Pendidikan. 

Dia terpilih menjadi Wali Kota Teheran pada Agustus 2017, dan mengundurkan diri pada April 2018 setelah menuai kritikan dari kalangan konservatif karena menghadiri acara tari yang dilakukan para pelajar putri. (dtc/P)

Loading...
Share on Google Plus

Tentang Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment