Diduga Menyebar Berita Bohong, Veronica Koman Resmi Masuk DPO

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan 
Partukkoan.com

SURABAYA - Pihak Kepolisian Daerah Jawa Timur akhirnya dengan resmi menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) untuk Veronica Koman dengan nomor surat DPO/37/IX/RES.2.5./2019/DITRESKRIMSUS.

Sebagaimana diketahui, Veronica Koman merupakan tersangka dugaan provokasi dan penyebaran informasi bohong insiden Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya.

Surat DPO tersebut dikeluarkan berdasarkan sengan sejumlah rangkaian gelar perkara dalam beberapa hari belakangan.

"Kami kemarin setelah melakukan gelar di Bareskrim (Polri) dengan Divhubinter dengan Kabareskrim bahwa kami sudah mengeluarkan DPO," ucap Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, di Mapolda Jatim, Surabaya, Jumat (20/9).

Penerbitan surat dilakukan Polda Jatim usai melewati beberapa tahap termasuk dua kali pemanggilan tersangka, kemudian melalui pengiriman surat kepada dua alamat di Indonesia dan satu alamat Veronica di luar negeri.

"Kami sudah menyampaikan beberapa tahap, sehingga kami pemanggilan pertama, kedua tidak hadir, setelah itu kami melakukan upaya kemarin. Setelah itu melakukan DPO," jelasnya.

Luki menambahkan, dari dua kali pemanggilan tersebut, Veronica tidak memberikan respon. Oleh karena itu, ia meminta jika masyarakat mengetahui keberadaan perempuan berusia 31 tahun tersebut, agar segera melaporkan pihak yang berwenang.

"Selama belum ketemu yang bersangkutan berada di Indonesia, sipapun anggota Polri atau masyarakat yang mengetahui bisa memberikan informasi kepada kepolisian terdekat," kata dia.

Terkait, red notice, Luki menyebut Polda Jatim bersama Divhubinter telah melayangkan permohonan itu ke Interpol. Namun prosesnya, kata Luki memang membutuhkan waktu yang lebih lama.

Red notice ini adalah permintaan untuk menemukan dan menahan sementara terhadap seseorang yang berada di luar negeri hingga dilakukan esktradisi.

"Kami tidak tahu (kapan), berkaitan dengan Divhubinter akan dirapatkan. Surat (permohonan red notice) itu sudah dikirim ke Prancis," tukasnya.

Veronica sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka provokasi di Asrama Mahasiswa Papua, Surabaya, Jawa Timur. Ia diduga aktif melakukan provokasi dengan menyebarkan informasi terkait kerusuhan Papua melalui akun Twitter pribadinya @VeronicaKoman.

Veronica dikenakan pasal berlapis dari UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), KUHP, UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, dan UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. (Cnn/P)

Loading...
Share on Google Plus

Tentang Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment