Dua Siswa di Keluarkan Pasca Ikut Demo, Gubernur Jateng: KPAI Harus Turun Tangan

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Presiden RI Joko Widodo | sumber foto: instagram
Partukkoan.com

Pasca ikut demo bersama mahasiswa beberapa waktu lalu, dua siswa SMK di Purworejo dikeluarkan dari sekolah.

Menanggapi itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyesalkan hal tersebut. Dia meminta KPAI turun tangan menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Jadi ada beberapa siswa rela datang ke Magelang untuk aksi. Saya pastikan, mereka datang itu diundang. Kasihan itu siswa tidak tahu apa-apa jadi korban," tutur Ganjar Pranowo, Senin (30/9).

Menurutnya aksi demontrasi yang mendatangkan siswa, ada yang mengajak untuk berbuat jahat sehingga berujung anarki di Magelang.

"Saya pastikan ada yang skenario siswa itu. Skenario itu diciptakan untuk mengajak tawuran," katanya.

Ia berharap, agar pembinaan bisa dilakukan pada siswa-siswa tersebut sehingga tidak sampai dikeluarkan dari sekolah. Para pelajar itu menurut Gajar berangkat untuk unjuk rasa tanpa memahami apa yang mereka protes.

"KPAI harus turun tangan, kalau bisa bina saja, orangtuanya dikasih tahu. Mereka tidak tahu apa yang diprotes, kasihan," imbuhnya.

Informasi menyebutkan, siswa berinisial ATS (17) dan MAH (17) sejak hari ini dikeluarkan dari sekolahnya di Purworejo. 

Keduanya ikut diamankan oleh polisi di Magelang ketika ada razia berkaitan demo hari Kamis (26/9) lalu. Mereka disebut terbukti membawa senjata tajam. (mdk/P)

Loading...
Share on Google Plus

Tentang Admin Lima

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment