ISIS Gunakan Sapi Berompi Bom Teror Warga Irak

Ilustrasi Sapi| Pixabay
Partukkoan

Kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kembali melancarkan teror. Kali ini ISIS menggunakan sapi sebagai media bom bunuh diri untuk meneror warga Irak.

Penggunaan sapi diduga karena kondisi ISIS mungkin telah melemah dari sisis personil. 

Seperti dilaporkan The New York Times, Kamis (5/9), juru bicara kepolisian di Provinsi Diyala, Irak, Kolonel Ghalib Al-Atyia, Sabtu lalu menyebut, penduduk di Desa Al Islah melihat sebuah pemandangan aneh yaitu, dua ekor sapi dipasangi rompi bom berjalan-jalan di sebelah utara desa.

Kedua hewan itu katanya mendekati rumah-rumah warga dan bom itu diledakkan dari jarak jauh. Kedua hewan itu mati seketika dan bom merusak rumah terdekat dengan ledakan namun tidak ditemukan korban jiwa.

Al Atyia mengatakan, peristiwa itu menandakan kekuatan ISIS semakin melemah setelah bertempur melawan pasukan Irak yang didukung Amerika Serikat selama empat tahun dan mereka kini mulai kekurangan anggota untuk melakukan aksi teror.

Menggunakan sapi dalam melancarkan serangan bom termasuk strategi yang aneh di Irak. Sapi biasanya dihargai cukup mahal, sekitar USD 1.200 atau setara Rp 16 juta untuk diambil daging dan susunya.

Sejumlah saksi mengaku tidak pernah melihat sapi mati mengenaskan dengan cara seperti itu.

Serangan sapi itu lanjut Kolonel Al Atyia menyiratkan beberapa tujuan ISIS, utamanya adalah ingin memberi tahu bahwa mereka masih bercokol di wilayah itu. Memasangi sapi dengan bom lalu mengirimnya ke sebuah desa berarti anggota ISIS berada tidak jauh dari lokasi untuk meledakkan bom dari suatu jarak tertentu.

Kemudian ISIS ingin mengintimidasi penduduk desa supaya mereka bisa menguasai daerah itu sebagai kawasan itu dekat dengan jalan menuju provinsi sekitar. (Mdk/P)

Loading...
Share on Google Plus

Tentang Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment