Perdagangan Wanita di Kepri Terungkap, Polri Selamatkan Puluhan Wanita

Dok: Polda Riau
PARTUKKOAN.com

Kasus perdagangan wanita di Kepulauan Riau berhasil diungkap Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri. Sebanyak 31 perempuan yang menjadi korban perdagangan berhasil diselamatkan polisi.

"Terdiri dari para wanita berusia 19 tahun sampai dengan 28 tahun. Kasusnya berhasil diungkap Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri," kata Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Erlangga, melalui siaran pers, Selasa (10/9/2019).

Para korban awalnya diiming-imingi untuk bekerja sebagai pemandu lagu dan terapis pijat, namun kenyatannya dipaksa melayani nafsu pria hidung belang.

Dalam kasus ini, polisi menetapkan dua tersangka yakni Akui alias Papi Awi yang berperan penampung korban, dan DP alias Fahlen yang merupakan perekrut. Dikatakan Erlangga, kasus tersebut terungkap pada Kamis (5/9) lalu.

"Didapat Informasi terjadi dugaan TPPO di wilayah Kabupaten Karimun. Kemudian tim pada hari Jumat (6/9) lakukan penyelidikan dan penggerebekan di komplek Villa Garden 58A, Kelurahan Kapling, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun," terang Erlangga.

Tiga puluh korban kat Erlangga berada di lokasi, sementara seorang lagi berada di Batam. "Hendak pulang ke kampung dikarenakan merasa ditipu dan tidak tahan atas pekerjaan PSK," imbuhnya.

Dalam proses pemeriksaan sementara, terungkap tarif yang dipatok Papi Awi atas 'anak-anaknya' berkisar mulai dari Rp 600 ribu hingga Rp 2 juta. Modus operandinya, lanjut Erlangga, dengan melakukan perekrutan melalui Aplikasi Beetalk, Line dan Facebook yang mencantumkan nomor Handphone WhatsApp dan lowongan pekerjaan sebagai LC atau pemandu lagu dan terapis SPA.

"Namun dipekerjakan sebagai PSK. Penangkapan tersangka Fahlen dilakukan terpisah, di mana tim terus melakukan pengembangan, penyidikan mengarah kepada DP alias Fahlen yang berada di Bandung. Selanjutnya, pada Sabtu (7/9), tim bergerak menuju Desa Cingondewahilir, kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung," kata Erlangga.

Erlangga menyampaikan Papi Awi mewajibkan sistem bagi hasil 50:50 persen pada para anak-anaknya, dan hasil kerja para korban dibayarkan perenam bulan sekali.

"Papi Awi mempekerjakan korban dengan cara korban di-booking oleh tamu ke hotel," tambah dia.

Polisi menjerat para tersangka dengan Pasal 2 Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Pasal 55 KUHP dengan ancaman paling singkat 3 tahun dan paling lama selama 15 tahun kurungan dan denda paling sedikit Rp 120.000.000 dan paling banyak senilai Rp 600.000.000. (dtc/P)

loading...
Share on Google Plus

Tentang Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment