Sempat Memanas Karena Isu, Warga Desa Hutaginjang Akhirnya Harmonis

Foto bersama antara muspika dan warga yang sempat diisukan bertikai | FS 
PARTUKKOAN.com

SAMOSIR

Isu terkadang menghasilkan problem, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Bahkan hal itu berpotensi membuat suasana menjadi kurang kondusif dalam suatu daerah.

Seperti halnya yang terjadi di Desa Hutaginjang, Kecamatan Sianjurmula Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara. Karena isu pengusiran kepada seorang warga membuat kondisi desa tersebut menjadi kurang kondusif.

Bahkan, isu tersebut menyeruak dan diduga dihubung-hubungkan dengan pemilihan Kepala Desa yang akan berlangsung 31 Oktober 2019 mendatang sehingga sempat membuat suasana sedikit memanas.

Informasi yang dihimpun wartawan, isu tersebut berawal ketika seorang warga berinisial SS yang sudah lama tinggal dengan membangun rumah di sebuah lahan yang dimiliki salah seorang calon kepala desa. 

Dari situ, diduga calon kades tersebut meminta SS untuk mendukungnya namun SS tidak bersedia mendukungnya. Hal ini diduga membuat calon kades tersebut marah dan mengusir SS dari lahannya. 

Akhirnya SS dengan berat hati membongkar bangunan rumah yang adalah miliknya dan membangun rumahnya di dusun Nahulhul Desa Hutaginjang juga. 

Isu pengusiran tersebut ternyata diduga diupload oleh salah seorang pejabat Desa Hutaginjang ke media sosial sehingga membuat situasi semakin kurang kondusif dan situasi ditengah warga Hutaginjang sempat memanas.

Mendapati situasi tersebut, Camat Sianjurmulamula Rudi Sitorus dengan cepat melakukan tindakan. Rudi kemudian berkoordinasi langsung dengan semua unsur di wilayahnya termasuk dengan Kapolsek Harian Iptu Herman Sembiring beserta Kades Desa Hutaginjang dan para aparat desa.

Rapat mendadak digelar dan dilakukan musyawarah dengan mengundang warga yang diduga sedang berkonflik di Kantor Desa Hutaginjang pada Kamis, (17/10/2019).

"Barusan kita telah mendengar bahwa saudara SS ternyata sudah ikhlas membongkar sendiri rumahnya dan permasalahan pun sudah selesai. Jangan lagi dikembangkan dengan bahasa lain apalagi di media sosial, mari kita jaga kondusifitas. Dan kepala desa pun yang tidak maju lagi sebagai calon kades diharapkan untuk menjaga netralitas dan tidak dukung mendukung," tegas Rudi Sitorus. 

Rudi dengan sigap mengimbau masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan kenyamanan menjelang Pilkades yang dilaksanakan pada 31 Oktober 2019 mendatang.

"Jangan jika ada sedikit permasalahan diantara kita, langsung kita kait kaitkan dengan Pilkades, karena kita semua masih saudara. Kami sebagai pihak pemerintah mengimbau kepada seluruh masyarakat Huta ginjang, menjelang pilkades yang akan datang, kami berharap supaya menjaga keamanan dan kenyamanan, karena di Desa ini kita semua adalah masih ada ikatan Saudara. Jangan hanya karena beda pilihan membuat kita jadi ada perpecahan, karena kita semua ada ikatan saudara. Siapapun nanti yang terpilih adalah kepala desa kita bersama," ucapnya.

Pantauan wartawan di lokasi, mediasi tersebut ikut dihadiri Ketua P2KD Hutaginjang Rinton Sagala, Kades Hutaginjang Marjon Sagala, Calon Kades nomor urut 4 Antonius Sagala, calon Kades nomor urut 1 Jaheden Sagala, calon Kades Nomor 5 Juanda Limbong serta masyarakat yang hadir.

Menariknya, diakhir acara berlangsung keakraban diantara mereka serta menyempatkan diri berfoto bersama sehingga menunjukkan keharmonisan satu sama lain. (FS)

loading...
Share on Google Plus

Tentang Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment