Identitas Tersangka Diduga Direkayasa, Korban Kecewa

Rumintang | ist
PARTUKKOAN.com

Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Rumintang (58) mengaku kecewa lantaran hukuman yang diberikan kepada pelaku Marudut Nababan yang juga suaminya sendiri dianggap sangat ringan.

Bukan hanya itu, Rumintang juga menduga identitas pelaku direkayasa untuk meringankan hukuman pelaku.

"Kuat dugaan dengan indentitas yang sengaja dikaburkan membuat Marudut Nababan mendapatkan hukuman ringan dari pengadilan,” ujar Rumintang kepada Wartawan Minggu (10/11) ketika ditemui di kediamannya di Desa Simanindo.

Identitas pelaku kata Rumintang tidak sesuai dengan petikan Putusan Pengadilan Negeri Balige yang mengadili perkara tersebut.

Petika tersebut menyebutkan jika data tersangka adalah sebagai berikut:

Nama lengkap: Marudut Nababan alias Pak Eva
Tempat lahir: Tamba
Umur /tanggal lahir: 39 tahun/01 Maret 1980
Jenis kelamin: Laki-laki
Kebangsaan: Indonesia
Agama: Katolik
Pekerjaan: Petani
Tempat tinggal: Persaktian desa Palipi kecamatan Palipi Kabupaten Samosir

Padahal identitas pelaku yang sebenarnya sesuai dengan Kartu Keluarga adalah:

Nama lengkap: Marudut Nababan (Kepala Rumah Tangga)
Tempat lahir: Pangaloan
Tanggal lahir: 14 – 10 – 1957
Jenis kelamin: Laki-laki
Kebangsaan: Indonesia
Agama: Kristen Protestan
Pekerjaan: Pensiunan Pegawai Negeri Sipil
Tempat tinggal: Desa Simanindo, Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir

"Saya merasa kasus ini sepertinya sudah ada permainan pihak pihak yang tak bertanggung jawab dalam meringankan perkara ini, sehingga petikan Putusan Pengadilan Negeri Balige sepertinya sudah memihak pada suami saya padahal sudah terbukti benar-benar melakukan Tindak Pidana KDRT atau tindak kekerasan kepada saya sebagai istri sahnya," ujar Rumintang.

Rumintang merasa kurang puas atas putusan yang diberikan lantaran dirinya kerap mendapat perlakuan kasar dari tersangka Marudut Nababan yang juga suaminya tersebut. 

"saya sangat heran tatacara Pengadilan Negeri Balige, sejak awal hingga ada putusan, saya hanya sekali diundang untuk mengikuti sidang, selebihnya tidak pernah lagi diundang dalam kasus ini, bahkan saat sidang putusan saya tidak mengetahuinya," ungkapnya.

Rumintang berharap, dengan dibeberkanya informasi ini agar pihak yang berwajib dapat menyelidiki/mengusut dan menindak pelaku yang merekayasa identitas tersebut. Agar kedepan, para penegak hukum di negeri ini lebih berhati hati dan jujur melakukan putusan terhadap pelaku tindak pidana KDRT di Indonesia khususnya Samosir.

Gaya Malau, salah seorang pemerhati Kejahatan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sangat menyesalkan atas tindakan yang merekaya identitas dalam memutuskan Perkara. 

"Kita menganggap pelaku hukum telah berpihak kepada pelaku KDRT, saudara Marudut Nababan. ada apa dengan pihak pengadilan dalam rangka masalah ini? kasus ini diharapkan perlu ditinjau ulang dalam putusannya, sehingga publik bisa kembali percaya kepada penegakan hukum ‘Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa’," kata Gaya Malau kepada awak media.

Sementara dalam petikan Putusan Pengadilan Negeri Balige tersebut menyebutkan, memperhatikan, pasal 44 ayat (1) UURI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan pasal-pasal lain dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana, serta peraturan perundang-undangan lain. (HS)

Loading...
Share on Google Plus

Tentang Hatoguan Sitanggang

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment